Posted in:
By yayan nurlian 0 komentar

kota air Venesia ( italia )



[VENESIA] Venesia dikenal sebagai kota eksotik di Italia yang dikelilingi kanal-kanal di antara bangunan dan gedung. Namun penelitian terbaru menunjukkan kota Venesia di Italia akan tenggelam lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.  

Sebuah studi oleh lembaga ilmiah Amerika menggunakan GPS dan pencitraan satelit dari pulau-pulau selama 10 tahun telah menemukan bahwa kota ini tenggelam pada tingkat satu sampai dua  milimeter per tahun.  

Republik Venesia adalah kekuatan maritim besar selama Abad Pertengahan dan Renaisans. Wilayah ini memainkan peran penting dalam sejarah musik simfoni dan opera, dan dikenal pula sebagai tempat kelahiran komposer Antonio Vivaldi.  

Sebaliknya laporan penelitian tersebut ditanggapi dingin oleh pemerintah Venesia. Bagaimanapun, mereka mengaku telah mendengar semua itu sebelumnya dan mengatakan laporan itu lebih bertujuan sensasionalisme daripada ilmu pengetahuan.  

Venice (Venesia) yang mendapat julukan Kota Apung, seperti akan tenggelam ke dalam air lebih dari lima kali lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Para ilmuwan mengatakan kota ini juga mulai miring ke timur dan menuju ke Laut Adriatik, karena terkena banjir besar dari sebelumnya.  

Video animasi NMA News Direct bahkan langsung memperlihatkan berapa besar kota Venice akan mengalami kemiringan dalam 20 tahun berikutnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan proses kenaikan permukaan air laut hanya 0,04mm per tahun. Namun sejumlah bidang tanah di 117 laguna pulau Venesia juga mulai tenggelam.  

Bagian utara Venesia kini terendam air laut antara dua sampai tiga mm per tahun, sedangkan laguna sebelah selatan terendam tiga  sampai empat mm pada periode yang sama. Ketika Venice didirikan 1.600 tahun yang lalu, permukaan laut masih sekitar enam meter lebih rendah dari hari ini. Namun kini permukaan laut telah meningkat selama berabad-abad sebagai respon alami berakhirnya Zaman Es, karena mencairnya gletser dan es.  

Venesia diyakini tenggelam sekitar satu sampai dua milimeter dalam setahun. Diperkirakan pada tahun 2013, kota Venice akan anjlok sekitar 80 mm. Temuan ini memang belum dipublikasikan. Namun telah diinformasikan bahwa temuan rinci dari peneliti akan diterbitkan dalam jurnal American Geophysical Union.  

Yehuda Bock, peneliti geodesis dengan Scripps Institution of Oceanography di UC San Diego, menyatakan tanah kota Venice tampaknya terus turun. Ini adalah efek kecil, tetapi penting. Pada tahun 2008, seluruh jalan dan jalur kota Venice bahkan terendam banjir.  

Bock, yang menerbitkan sebuah penelitian di jurnal Geofisika milik American Geophysical Union, Geosystems, mengatakan penurunan tanah Venesia saat ini adalah karena penyebab alam, seperti lempeng tektonik. “Lempeng Adriatik, yang meliputi Venesia, lapisan bawah Pegunungan Apennina dan menyebabkan kota dan sekitarnya mengalami sedikit penurunan ketinggian," katanya.  

Bock menambahkan bahwa frekuensi banjir di Venice terus meningkat. Frekuensinya sekitar empat atau lima kali setiap tahun.Warga sekarang harus berjalan di atas papan kayu untuk tetap di atas air banjir di sebagian besar kota. Studi ini dapat memicu kekhawatiran tidak cukup upaya untuk menyelamatkan kota Gothic dan peninggalan era Bizantium yang terus tenggelam ke dalam air.  

Tetapi para ahli di Consorzio Venezia Nuova, sebuah kelompok yang mengupayakan penyelamatan Venesia dan laguna, menyoroti kekhawatiran tentang laporan tersebut. Seorang sumber mengatakan kepada NBC News: "Saya belajar tentang penelitian baru dari wartawan seperti Anda. Kami memiliki catatan penurunan Venesia selama ratusan tahun, namun mereka belum memanggil kami.  

"Kami telah menghitung kota ini telah tenggelam 3 sampai 4cms per abad. Sekarang mereka mengatakan 2 mm per tahun ... itu berarti Venice akan tenggelam 20 cm setiap 100 tahun. Itu lebih dari lima kali lebih dari yang kita dihitung. Jadi saya akan percaya ketika melihatnya,” katanya.             

Menurut para ahli, banjir 2008  merupakan tanda serius yang akan datang bagi masa depan Venesia.  Pada tahun 1900, lapangan terkenal St Marks Square pernah tergenang saat air pasang rata-rata enam kali per tahun. Pada tahun 1999, angka tersebut naik menjadi 99 kali per tahun, berkat efek gabungan dari permukaan air laut lebih tinggi dan penurunan tanah kota.  

Bock juga mengakui ada investasi multi-miliar dolar di kota Venesia untuk sistem pertahanan banjir yang diharapkan bisa mencegah kota tujuan wisata itu tenggelam ke dalam laut. "Sebuah upaya multi-miliar dolar untuk memasang dinding perlindungan banjir yang dapat dinaikkan untuk memblokir arus masuk hampir selesai. Penghalang  disesuaikan dirancang untuk melindungi kota dari pasang surut yang datang lebih tinggi karena permukaan air laut secara keseluruhan meningkat seiring perubahan iklim," katanya. [dari berbagai sumber/U-5]  


Leave a Reply